Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Thursday, May 3, 2012

Bahaya Minuman Keras

Bahaya Minuman Keras
Ada 1745 kasus di Amerika telah dibuktikan bahwa minuman keras tidak hanya berakibat buruk terhadap sistem syarap peminumnya, tetapi berakibat jahat pada anak-anak keturunannya, bahkan sampai pada generasi ke-tiga.
Menurut Dr. Katini Kartono (2002: 209), banyak anak-anak yang mengalami defek mental disebabkan orang tuanya karacunan alcohol berat. Kurang lebih 60% dari anak-anak mereka adalah bayi-bayi yang lahir mati atau rentan mati pada usia muda sekali. Kurang lebih 20% menderita defek mental dan kurang lebih 5% adalah bayi-bayi epileptic.
Disebabkan alkoholisme yang berat, seseorang akan menderita delirium tremens dengan ciri-ciri sebagai berikut.:
1. Mengalami motor tremens, yaitu gerak-gerak yang gemetaran pada otot-otot, khususnya pada muka, lidah dan jari-jari.
2. Diikuti dengan macam-macam halusinasi, biasanya halusinasi visual, sebagai akibat terlampau banyak minum alcohol.
3. Ada gangguan insomnia atau tidak bisa tidur, ia mendapat mimpi-mimpi yang menakutkan.
4. Orientasinya makin berkurang. Ada tendens-tendens untuk bunuh diri dan usaha untuk membunuh orang lain.
Pada penderita alcohol berat atau disebut golongan dipsonamis menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ada kerusakan pada banyak sel-sel otak dan syaraf-syaraf otak yang tidak mungkin bisa diganti lagi, sehingga terjadi kerusakan dan kemunduran mental yang progresif.
2. Orientasi pada lingkungannya jadi semakin miskin, ingatan dan konsentrasinya makin berkurang. Moralnya makin memburuk.
3. Sering disertai pengapuran pada pembuluh darah, radang ginjal, peradangan pada hati, ganggun pada sistem peredaran darah dan sistem pencernaan makan.
4. Mentalnya menjadi tidak bertanggung jawab, selalu tidak berdaya melakukan sesuatu, lemah mental.
Dengan sederet akibat buruk tersebut, ternyata minuman keras sangat berbahaya bagi si peminumnya. Apabila ada orang yang mengidolakan minuman keras, dapat dipastikan orang tersebut sedang mangalami keruwetan jaringan otak, sehingga terbalik memandang yang baik dan yang buruk, atau sedang terjadi kekeliruan cara kerja pada sistem syarafnya, sehingga keliru pula dalam memandang mana lawan dan mana kawan.
Rasulullah SAW. Menggolongkan orang yang mengidolakan minuman keras sebagai orang yang terkutuk. Sabdanya:
“Allah Swt. mengutuk khamar, peminumnya, penuangnya, pembelinya, orang yang memerasnya (memproduksi), dan orang yang meminta untuk diproduksi, pembawanya, dan orang yang minta dibawakan”. (HR. Abu Dawud).

Baca Selengkapnya → Bahaya Minuman Keras

Sunday, April 29, 2012

Erep-Erep Karena Tertindih Setan?

Erep-Erep Karena Tertindih Setan?

Bagaimana tidur kamu semalam, nyenyak atau mimpi aneh? Pernah nggak mimpi seram lalu berusaha bangun namun tidak bisa bergerak atau teriak?

Mungkin orang tua kita menyebutnya ‘erep-erep’,yaitu kondisi saat makhluk halus menindih tubuh kita yang sedang tidur. Apakah benar demikian? Apa sesungguhnya penyebab erep-erep?

Berdasarkan kacamata medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Tapi tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.


Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yangdisebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.

Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selama tertidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.

Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun,memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama.

Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis seperti pola tidur tak tentu, stress,dan perubahan mendadak pada lingkungan atau gaya hidup, dan kebiasaan tidur menghadap ke atas.

Hey, kebiasaan tidur menghadap ke atas?Nah, sekarang kita tahu salah satu kegunaan mengapa Rasulullah Muhammad S.A.W. mempraktekan danmenganjurkan tidur menyamping-menghadap ke kanan, bukan? Dan mengajarkan kita agar kita berwudhu dan membaca doa-doa agar tidur kita tidak di ganggu setan......

Baca Selengkapnya → Erep-Erep Karena Tertindih Setan?

Thursday, April 26, 2012

buta warna


Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.
Penyebab Buta Warna
Buta warna merupakan kelainan genetik/bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki dan wanita. Seorang wanita terdapat istilah ‘pembawa sifat’ hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tsb menderita buta warna.
Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.
Klasifikasi Buta Warna
1. Trikromasi
Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi:
* Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah
* Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita
* Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita.
2. Dikromasi
Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan:
Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang
* Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau
* Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan.
3. Monokromasi
Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina.
Apa tanda-tandanya seseorang mengalami buta warna?
Tanda seorang mengalami buta warna tergandung pada beberapa faktor, apakah kondisinya disebabkan faktor genetik, penyakit, dan tingkat buta warna sebagian atau total. Gejala umumnya adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau (yang paling sering terjadi), atau kesulitan membedakan warna biru dan hijau (jarang ditemukan). Gejala untuk kasus yang lebih serius berupa objek terlihat dalam bentuk bayangan abu-abu (kondisi ini sangat jarang ditemukan), dan penglihatan berkurang.
Bagaimana mendeteksinya?
Gangguan persepsi warna dapat dideteksi dengan menggunakan table warna khusus yang disebut dengan Ishuhara Test Plate. Pada setiap gambar terdapat angka yang dibentuk dari titik-titik berwarna. Gambar digantung di bawah pencahayaan yang baik dan pasien diminta untuk mengidentifikasi angka yang ada pada gambar tersebut. Ketika pada tahap ini ditemukan adanya kelainan, test yang lebih detail lagi akan diberikan.
Apakah buta warna bisa disembuhkan?
Tidak ada pengobatan atau tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati masalah gangguan persepsi warna. Namun penderita buta warna ringan dapat belajar mengasosiasikan warna dengan objek tertentu

Baca Selengkapnya → buta warna