Wednesday, March 28, 2012

MACAM DAN BAHAYA ZAT ADITIF


MACAM DAN BAHAYA ZAT ADITIF

Zat aditif adalah semua bahan kimia yang dimasukkan dalam makanan guna untuk meningkatkan daya tahan makanan, rasa serta kualitas makanan. Penggunaan aditif pada makanan sendiri telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita. Bahan aditif pada makanan dibedakan menjadi dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan / sintetis.

Manfaat Penggunaan Zat Aditif dalam Makanan

Beberapa manfaat penggunaan bahan tambahan pada makanan adalah:
1.    Agar Dapat mempertahankan nilai gizi makanan tersebut.
2.    Tidak mengurangi zat-zat esensial di dalam makanan.
3.    Untuk Mempertahankan dan memperbaiki mutu makanan

Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yaitu dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.
contoh zat aditif yang ditambahkan ke makanan :


Zat aditif
Contoh
Keterangan
Pewarna
Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange)
Pewarna alami
Sunsetyellow FCF (orange), Carmoisine (Merah), Brilliant Blue FCF (biru), Tartrazine (kuning), dll
Pewarna sintesis
Pengawet
Natrium benzoat, Natrium Nitrat, Asam Sitrat, Asam Sorbat, Formalin
Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit
Penyedap
Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar
Penyedap alami
Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa), asam cuka, benzaldehida, amil asetat, dll
Penyedap sintesis
Antioksidan
Butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol
Mencegah Ketengikan
Pemutih
Hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit
-
Pemanis bukan gula
Sakarin, Dulsin, Siklamat
Baik dikonsumsi penderita diabetes, Khusus siklamat bersifat karsinogen
Pengatur keasaman
Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktat
Menjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan makanan
Anti Gumpal
Aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida
Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk


Kita semua tidak perlu khawatir dengan zat aditif yg di tambahkan ke makanan, apabila kita menkonsumsinya secara tidak berlebihan. Namun, bila kita menkonsumsi secara berlebihan maka akan memberikan dampak negative seperti : akan menimbulkan Penyakit dalam jangka waktu lama seperti kanker, gangguan fungsi ginjal, hati, menurunkan fungsi otak yang berakibat menurunnya daya ingat seseorang. Jadi, kita perlu mengatur keseimbangan konsumsi makanan yang kita makan.
Bahaya Makanan Siap Saji
World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural  Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu :
1) aspek toksikologis, katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh,
2) aspek mikrobiologis, mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan,
3) aspek imunopatologis, keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.
Dampak negatif zat aditif terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun  jangka panjang.
bahaya lain yang dihadapi oleh konsumen/pengguna makanan siap saji adalah efek samping bahan pengemas.   Unsur-unsur bahan pengemas yang berbahaya bagi kesehatan konsumen karena  terdapatnya zat plastik  berbahaya seperti PVC  yang dapat menghambat produksi hormon testosterone. kemasan kaleng disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker, dan styrofoam bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik.
Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif
Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat di upayakan dengan beberapa cara antara lain :
1.  Secara Internal
Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengkonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah Vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, Vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25-hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.
Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol  pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal  makanan sehat dari rumah
2. Secara Eksternal
Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan
Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.
Non-pemerintah (LSM); memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.



Baca SelengkapnyaMACAM DAN BAHAYA ZAT ADITIF

Monday, March 26, 2012

Bahaya Asap Rokok

Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia - Akibat Sebatang Rokok Racun, Ketagihan, Candu, Buang Uang Dan Dosa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tanpa adanya upaya ekstra yang dilakukan sekarang juga, maka pada 2020, angka orang meninggal karena rokok akan meningkat menjadi 10 juta orang per tahun.
Departemen Kesehatan (DEPKES) mengestimasikan pada 2001 bahwa perokok aktif mencapai 70% dari penduduk Indonesia, 60%nya (84 juta orang) dari kalangan penduduk miskin dan sedang. Kematian akibat sakit yang ditimbulkan rokok per tahun mencapai 58 ribu orang.
WHO memperkirakan bahwa 59 % pria berusia di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian, dan konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan ke-4 setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).
Penyakit akibat merokok itu memerlukan penyembuhan waktu yang lama dan membutuhkan biaya yang mahal, sehingga pasien dapat berakibat meninggal dini jika tidak memiliki biaya pengobatan dan memberatkan keluarga karena merawat dan menanggung biaya penderita tersebut.

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
Berikut 15 efek negatif yang bikin perokok tak enak dipandang mata:

1. Kantung mata
Kantung mata biasanya timbul karena orang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Kantung mata membuat orang terlihat lelah dan tidak segar.

Menurut studi yang dilakukan Johns Hopkins, perokok mengalami empat kali lebih banyak masalah tidur tidak nyenyak dibandingkan yang tidak merokok. Efek nikotin di malam hari membuat Anda menjadi susah tidur.

2. Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit kulit autoimun yang sulit disembuhkan. Orang yang bukan perokok pun bisa terkena psoriasis, tapi jika Anda merokok risikonya menjadi lebih besar. Perokok pasif yang sedang hamil dan anak-anak juga bisa terkena risiko psoriasis.

Menurut studi yang dilakukan tahun 2007, jika Anda merokok satu bungkus per hari selama 10 tahun atau kurang maka risiko psoriasis meningkat 20%, jika merokok selama 11-20 tahun risiko psoriasis 60% lebih tinggi, dan bagi mereka yang merokok lebih dari 20 tahun risiko psoriasis meningkat dua kali lipat.

3. Gigi kuning
Nikotin dalam rokok bisa menodai gigi dan membuat warnanya terlihat tidak bersih. Bisa saja si perokok mempunyai gigi putih dengan pergi ke dokter gigi tapi tentu saja harus mengeluarkan biaya rutin yang tidak murah. Tidakkah Anda ingin punya gigi cemerlang yang membuat orang senang melihatnya.

4. Penuaan dini dan berkeriput
Merokok bisa mempercepat proses penuaan. Perokok terlihat 1,4 tahun lebih tua daripada yang bukan perokok.

5. Jari-jari menguning
Nikotin dalam asap rokok tidak hanya dapat membuat gigi cokelat atau kuning, tetapi juga bisa membuat kotor jari dan kuku. Memang jari dan kuku kuning akibat rokok bisa hilang dengan perawatan pemutih. Tapi dari pada repot-repot bukankah lebih indah terlihat alami karena tidak merokok.

6. Rambut tipis
Menurut ahli kimia racun dalam asap rokok dapat merusak DNA dalam folikel rambut dan menghasilkan sel-radikal bebas yang merusak rambut. Alhasil, perokok memiliki rambut tipis dan cenderung beruban lebih cepat daripada bukan perokok. Laki-laki yang merokok punya peluang dua kali kehilangan rambut dibanding bukan perokok.

7. Kulit banyak parutan atau goresan
Nikotin menyebabkan vasokonstriksi, yakni penyempitan pembuluh darah yang dapat membatasi aliran darah yang kaya oksigen ke pembuluh darah tipis di wajah atau bagian lain dari tubuh.

Jika terjadi vasokonstriksi maka apabila Anda terluka akan makan waktu lama untuk penyembuhannya dan Anda akan memiliki bekas luka yang besar dan merah dibanding yang tidak merokok.

8. Gigi copot
Merokok membuat masalah besar terhadap gigi termasuk risiko kanker mulut dan penyakit gusi. Studi di Inggris tahun 2005 yang dimuat dalam Journal of Clinical Periodonti menyebutkan, perokok enam kali lebih besar mengalami penyakit gusi yang dapat menyebabkan hilangnya gigi.

9. Sinar di wajah meredup
Coba perhatikan si perokok, pasti wajahnya lesu dan kehilangan sinar alaminya. Tentu saja ini terjadi karena asap rokok mengandung karbon monoksida yang menggantikan oksigen dalam kulit Anda. Sedangkan nikotin mengurangi aliran darah, membuat kulit kering dan berubah warna. Merokok juga banyak menguras nutrisi, termasuk vitamin C. Padahal nutrisi dan vitamin C membantu melindungi dan memperbaiki kerusakan kulit.



10. Penyembuhan luka lebih lama
Kulit perokok yang kondisinya rusak membuat tubuh si perokok butuh proses lama untuk penyembuhan luka. Si perokok yang mengalami operasi kulit, operasi gigi harus butuh waktu lebih lama untuk memperbaiki lukanya.

11. Kutil
Meski alasannya belum jelas, perokok lebih rentan terhadap infeksi papillomavirus (HPV) yakni virus yang salah satunya dapat menyebabkan kutil termasuk kutil di kelamin.

Meskipun kutil kelamin adalah penyakit menular seksual yang disebabkan HPV, merokok juga menjadi faktor risiko terkena itu. Menurut sebuah penelitian, perempuan yang merokok hampir empat kali lebih mungkin memiliki penyakit kutil kelamin dibanding yang bukan perokok.

12. Kanker kulit
Merokok adalah penyebab kanker seperti paru-paru, tenggorokan, mulut, dan kanker kerongkongan. Jadi tidak terlalu mengejutkan jika rokok juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Menurut penelitian tahun 2001, perokok tiga kali lebih mungkin terkena kanker kulit daripada yang bukan perokok.

13. Stretch mark
Stretch mark atau parut-parut di kulit sangat ditakuti perempuan karena kulit jadi terlihat jelek. Nikotin yang ditemukan dalam rokok ternyata bisa merusak serat dan jaringan ikat di kulit yang menyebabkannya kehilangan elastisitas dan kekuatan kulit.

Stretch mark berupa guratan merah di kulit terbentuk ketika berat badan bertambah dengan cepat. Siapa saja bisa mendapatkan stretch mark dengan berat badan yang cepat (seperti dalam keadaan kehamilan), tetapi rokok dapat menjadi faktor penyebab lainnyanya.

14. Perut yang lembek
Rokok memang penekan nafsu makan dan orang yang merokok memiliki berat badan yang lebih rendah daripada yang bukan perokok. Namun, sebuah studi tahun 2009 di Belanda menemukan bahwa perokok memiliki lemak yang lebih dalam daripada bukan perokok.

Lemak yang dalam ini dapat menumpuk di bagian tengah tubuh Anda, akhirnya meningkatkan risiko penyakit lain seperti diabetes.

15. Katarak
Merokok dapat meningkatkan risiko katarak karena meningkatkan stres oksidatif pada lensa mata. Orang-orang yang terus merokok memiliki risiko 22 persen terkena katarak.

Kesimpulan :
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.
Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

Baca SelengkapnyaBahaya Asap Rokok